Showing posts with label rupa-rupa. Show all posts
Showing posts with label rupa-rupa. Show all posts

Monday, March 2, 2015

Kapan anak mulai sekolah dan apa sajakah persiapannya

Kapan anak mulai sekolah dan apa sajakah persiapannya

         Sebagai orang tua, salah satu kewajibanya adalah memberikan bekal pendidikan yang sangat berguna untuk masa depan anak. Tetapi pada usia berapa si kecil harus mulai sekolah?
          Saat ini pendidikan untuk anak ternyata tidak hanya dimulai sejak usia balita. Beberapa lembaga pendidikan usia dini bahkan membuka program untuk bayi. Hal ini bisa dilatar belakangi  oleh proses pembentukan kecerdasan anak dimulai jauh sebelum usia sekolah. Usia balita 0-5 tahun, merupakan masa-masa penting bagi perkembangan otak. Pada usia 4 tahun, kecerdasan anak meningkat menjadi 80 % ktika anak memasuki usia 8 tahun.
Sayangnya tidak semua orang tua mengetahui dan memahami potensi luar biasa yang dimiliki anak, Padahal Departemen Pendidikan Nasional telah menyampaikan pentingnya pendidikan usia dini. Di samping membentuk kecerdasan anak, pendidikan usia dini juga sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak .
     Namun pendidikan bagi anak usia 3-5 tahun sebaiknya tidak menitikberatkan pada kegiatan akademis. yang dibutuhkan mereka adalah kesiapan seluruh inderanya. Bermain saja, bagi anak balita sudah merupakan proses belajar. 

Persiapan Sekolah

        Sekolah telah dipilih. Kini tugas orang tua untuk membantu si kecil untuk bersiap-siap memasuki dunia sekolah. Sebagian besar orang tua merasa cemas saat hari pertama anak memasuki sekolah. Pada hari itu sebaiknya memang menyenangkan bagi si kecil, sebab sangat menentukan hari-hari berikutnya, Jika ia menikmati keberadaanya di sekolah, belajar akan menjadi saat yang menyenangkan. sebaiknya jika ia  ketakutan, berada di sekolah akan membuatnya tidak nyaman.

        Agar anak bisa menjalani hari-hari di sekolah dengan tenang dan menyenangkan. Bunda perlu mempersiapkan si kecil sebelum ia menginjakkan kaki disekolah.
  • Kenalkan anak dengan lingkungan sekolah sebelum masuk. Ini bisa bunda lakukan ketika sedang mencari sekolah. Ajak anak masuk dan mengamati kegiatan sekolah. Bila perlu ikutkan sertakan anak dalam free trial  yang diadakan oleh beberapa sekolah. Ia akan mengetahui hal-hal baru yang akan ditemuinya seperti guru, kelas atau teman-teman.
  • Masuk lebih awal. Tiba di sekolah lebih awal memungkinkan anak beradaptasi  dan bersosialisai dengan teman-teman atau guru baru.
  • Bentuk kemandirian anak
  • Adaptasi dengan rutinitas baru. Si kecil memiliki kegiatan baru dan ini menyebabkan jadwal rutinnya berubah. Agar ia tidak kaget dengan perubahan ini. kenalkan ia dengan jadwal yang baru secara bertahap.

Bagaimana cara mengenalkan buku dan manfaatnya bagi otak anak

Bagaimana cara mengenalkan buku dan manfaat buku bagi otak anak


            Bunda membaca adalah salah satu ketrampilan hidup yang penting. Budaya membaca sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan, tidak hanya berbicara dan membaca. Karenanya mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anak perlu dilakukan sejak dini. Tidak ada kata telambat untuk memulainya. Membaca buku saya ajarkan sejak anak saya masi bayi, dengan baby book, dimana gambar-gambar dengan warna menarik untuk memancing si kecil memegang, hingga berlama-lama melihatnya. Hingga akhirnya buku secara bertahap saya gantikan dengan yang memakai tulisan didalamnya sebagai cerita. 


Manfaat membaca buku bagi anak-anak

  • Budaya membaca buku ini bisa mendorong kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bahasa serta memperluas pengetahuannya. Jika si kecil belum bisa membaca. Tugas kitalah untuk mengajarkannya. Bacakan buku untuk anak-anak kita akan memberi banyak manfaat bunda.
  • Paling penting bisa berbagi kegiatan yang mana dilakukan hampir setiap saat dan dimana saja tempatnya. Inilah kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat ikatan.
  • Saat membacakan buku atau menceritakan sebuah dongeng, anak belajar mengikuti cerita sejak awal hingga akhir. Huruf dan kosa kata baru yang dikenalkan  akan menambah perbendaharaan katanya. Saat ia duduk dipangkuan kita si kecil akan merasa aman, Inilah kesempatan untuk saling ,mengenal dan memperkuat ikatan. Saat membacakan buku atau menceritakan sebuah dongeng, anak akan belajar mengikuti cerita dari awal hingga akhir.
  • Cobalah menggunakan nada yang berbeda disetiap karakter di     dalam buku cerita. Dari buku tersebut dan mendengarkan bunda bercerita akan membuat si kecil belajar tentang pola bicara dan membentuk bunyi.

Tips membuat anak menyukai membaca 

 

       Pada awal mengenalkan buku pada si kecil, dia biasanya lebih tertarik untuk merobek setiap halaman buku  dibandingkan membacanya. Jangan melarang apalagi memarahinya, sebab ini menunjukan minatnya terhadap buku meskipun masih sangat kecil. Untuk membina kecintaan anak akan membaca cobalah strategi sebagai berikut :
  • Pilih buku yang baik. Anak-anak menyukai buku dengan gambar yang jelas, warna yang cerah, serta teks tulisan yang singkat dan sederhana.
  • Jadikan membaca sebuah rutinitas. Pilih satu waktu tertentu dimana bunda dan si kecil nyaman melakukan kegiatan ini.
  • Interaksi. Ijinkan anak untuk membuka halaman atau menunjukan tokoh cerita dan ajukan pertanyaan untuknya.
  • Gunakan intonasi yang berbeda. Gaya baca yang beragam lebih menarik dibandingkan dengan suara monoton.
  • Berikan contoh. Orang tua yang senang membaca bisanya memotivasi anaknya untuk senang membaca .

      Berdasarkan pengalaman pribadi saya, membiasakan si kecil membaca buku dan tertarik pada buku, mala membuat dia belajar membaca sendiri tanpa harus diajarkan disekolah maupun oleh saya.  Pernah pihak sekolah menanyakan kepada saya metode apa yang saya gunakan untuk membantu anak saya belajar membaca, sebab di kelas TK A dia sudah bisa membaca dengan lancar, saya sempat kebingungan  karena saya tidak mengajarkan CALISTUNG (baca tulis hitung) di usianya saat itu, tetapi dia sudah bisa membaca dengan sendirinya. Kalau pengenalan huruf dan angka memang sudah dikenalkan oleh sekolah dan saya. Selidik punya selidik, saya tanyakan kepada anak saya saat bersama  dalam suasana bermain, dia bercerita bahwa dia belajar membaca dari buku dan gambar, dari komik Doraemon dan buku-buku cerita. Saya hanya bilang Ooooh!
      Jadi bunda membiasakan anak membaca sejak kecil saya rasa sangan perlu sekali, tanpa langsung mengajarkan membaca. membuatnya tertarik pada buku itulah yang terpenting.

Trik khusus untuk mengajarkan anak mulai belajar mandi sendiri

Trik khusus untuk mengajarkan  anak mulai belajar mandi sendiri 

 

         Usia balita adalah usia yang tepat mengajarkan mereka mandi sendiri. Sebab pada usia balita motorik halus dan motorik kasar sudah berkembang sempurna. Jadi bunda tidak perlu menunda untuk mengajarkan si kecil mandi sendiri. Dengan mandi sendiri banyak manfaat yang didapat oleh anak. Selain mengajarkan anak lebih mandiri, ternyata bisa membuat anak lebih percaya diri yang tinggi,  karena sudah diajarkan bertanggung jawab akan kebersihan diri, dan diberi kepercayaan untuk mandi sendiri. Tapi agar anak mau belajar mandi sendiri juga diperlukan trik khusus antara lain :

Mandi bersama 

 

Awal mengajarkan si kecil untuk belajar,  mandi sendiri yang pertama adalah mengajaknya mandi bersama. Acara mandi bersama ini sambil bunda ajarkan bagaimana cara mandi yang benar akan membuat anak senang dan gembira. 

Dongengi anak

 

Walau cukup sulit mengajak anak manadi, apalagi saat ia sedang asik bermain, bunda tidak perlu marah. Coba bujuklah si kecil dengan sering mendengarkan cerita tentang asyik dan pentingnya mandi. Biasanya dengan cerita, anak lebih cepat mencerna, sehingga tidak perlu dipaksa mandi, maka mereka dengan sendirinya akan berangkat mandi. 

Jangan dimarahi

 

Bila ia melakukan kesalahan saat mandi, bantulah untuk memperbaikinya. Semisal bila mandinya kurang bersih atau masih terdapat sabun yang belum tersiram, bunda jangan langsung memarahinya atau ditegur. Bantulah ia memahami bahwa ia kurang bersih dan masih ada sisa sabun yang belum benar-benar disiram olehnya. dengan memberinya pengertian dan contoh, lambat launne ia akan mengerti untuk tidak mengulanginya lagi.

Menyanyi bersama

 

Buatlah mandi menjadi rutinitas sebuah kegiatan yang menyenangkan. Misalnya selama mandi kita bisa mengajaknya mandi sambil bersama-sama menyanyikan lagu kesayangannya, menghafal alfabet atau membiarkannya agal lama bermain.

Sambil bermain

 

Agar acara mandi menjadi lebih menyenangkan, sediakan mainan dikamar mandi. Tidak perlu mainan yang mahal. cukup dengan beberapa boneka bebek, kapal-kapalan plastik atau cangkir plastik.

Jawab pertanyaan anak

 

Usia batita biasanya rasa ingin tahunya mereka besar. Banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut mereka. Jadi jangan kaget bila si kecil sering bertanya tentang masalah air,  busa , sabun dan lainnya pada bunda. sebaiknya persiapkan diri bunda dengan baik, agar dapat menjawab pertanyaan mereka dengan benar dan si kecil semakin senang mandi sendiri.
 
Demikian beberapa trik untuk  mengajarkan anak belajar mandi sendiri, semangat ya bunda.

Friday, February 20, 2015

Bagaimana cara efektif memperkenalkan agama kepada anak-anak kita pada usia dini

Bagaimana cara efektif memperkenalkan  agama kepada anak-anak kita pada usia dini


          Agama merupakan konsep yang abstrak, kalau kita bicara tentang agama pastinya berhubungan dengan keberadaan Tuhan YME.  Mengenalkan agama pada anak-anak kita tidak perlu menunggu anak berusia 6 tahun bunda. Agama sudah bisa kita perkenalkan pada anak sejak usia 0 tahun.  karena  sejak bayi, anak sudah dibilang selalu belajar, setiap anak telah membawa bakat agama mereka. Mereka dibekali berbagai indera untuk membantunya mengenal dunia. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan hati untuk merasakan. Panca indera anak inilah gerbang pengetahuan. Ketika orang tua bernyanyi, sembayang, dan  sholat atau membaca kitab suci, maka panca indera anak akan menangkapnya dan secara otomatis memorinya akan merekam.
             Oleh karena itu pengenalan pada agama sebaiknya dimulai sejak anak lahir. Pada agama islam, setiap anak yang baru lahir selalu diperdengarkan adzan atau iqomah pada telinganya. Sedangkan pada umat kristen mereka melakukan acara pembaptisan. Ini adalah salah satu cara wujud  memperkenalkan agama pada anak.
          Sedangkan untuk mengenalkan sesuatu yang bersifat abstrak  keberadan Tuhan, waktu yang tepat ketika mereka beranjak batita hingga balita atau pada saat anak sudah mulai bertanya tentang Tuhan. Dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan si kecil, berarti ia sudah siap  menerima pengetahuan agama. Sebaiknya bunda  memulai dari hal yang kongkret seperti mengenalkan ritual agama yang bisa dilihat dan diikuti anak dalam kegiatan spriritua anda sehari-hari sesuai dengan agama yang dianut.

 Berikut cara memperkenalkan agama kepada anak-anak :

  • Kenalkan Tuhan YME pada si kecil lewat ciptaan-NYa, seperti bunga yang cantik dan berwarna-warni, burung bisa terbang, kupu-kupu, dan termasuk termasuk tubuh kita. Niscaya anak akan lebih muda memahami.
  • Katakan pada anak, kalau ia harus bersyukur memiliki hidung, jadi kita bisa mencium bau-bauan. Memiliki mata, jadi kita bisa melihat dan sebagainya.
  • Kenalkan pada anak sfat-sifat Tuhan. Misalkan maha pemurah, penyayang, pengasih dan lainnya.
  • Anak dilatih untuk memiliki budi pengerti yang baik, hormat pada orang tua, sayang terhadap sesama dan senantiasa bersyukur.
  • Ajarkan anak bersikap baik terhadap dirinya sendiri, misalkan seperti menjaga kebersihan. Semisal Kalau habis pipis ajarkan harus disiram dan dibersihkan. katakan kalau Tuhan tidak suka yang kotor-kotor.
  • Ajak anak melakukan aktifitas ibadah ke rumah ibadah, sesuai agama yang dianut.
  • Pada saat usia masuk sekolah prasekolah atau taman kanak-kanak pilihlah sekolah yang mengajarkan pendidikan agama dan aklaq dengan porsi yang lebih banyak, apabila kita menghendaki anak lebih mengenal lagi agamanya. 
          Demikian beberapa cara memperkenalkan  agama pada anak-anak kita. sebab bunda, menurut saya agama adalah pondasi yang kuat terhadap langkah kedepannya dalam kehidupan anak-anak kita.

Wednesday, February 11, 2015

Membuat anak berprestasi tanpa ada tekanan dan paksaan dari orang tua

Membuat anak berprestasi tanpa ada tekanan dan paksaan dari orang tua


        Siapa sih yang tidak bangga mempunyai anak yang masih kecil sudah berprestasi, berotak cemerlang dan bersikap santun. Tidak ada orang tua yang bilang tidak. Mala semakin berlomba-lomba membuat sang anak tampil dan berprestasi demi obsesi orang tuanya. tak jarang anak yang masih kecil tersebut diikutkan beberapa les yang menunjang prestasinya, tanpa tahu bahwa si kecil sebenarnya tertekan dan terpasa menjalaninya. Membuat anak berprestasi tidak harus dengan tekanan dan paksaan dari orang tua. Sikap disiplin memang harus tertanam sejak dia masi kecil agar menjadi kebiasaan, tetapi tekanan dan paksaan yang menuntut si anak untuk menjadi pemenang itu lebih berbahaya.
        Saya memiliki seorang putri yang pernah didiagnosa Autis dengan spectrum PDD-NOS,  kisah bagaimana anak saya yang memiliki kekurangan menjadikan sebagai kelebihanya telah saya posting sebelumnya. Sebagai orang tua yang memiliki anak dengan kondisi tersebut, membuatnya menjadi normal sudah merupakan prestasi yang luar biasa, apalagi menjadi berprestasi seperti anak "normal" lainya. Tetapi alhamdulilah prestasi seperti anak normal tersebut juga akhirnya saya dapatkan juga. Saya tidak menuntut anak saya harus berprestasi, memenangkan suatu lomba yang nyata-nyata keinginan saya sebagai orang tua. 
        Jujur setelah dia "sembuh" dari Autisnya dan melihat kemampuan dalam mewarna, saya pernah menuntut anak saya untuk jadi pemenang lomba mewarna. Saat itu masi bersekolah di play grup setelah menajalani terapi beberapa bulan dan  setelah mengikuti les disebuah sanggar, dan progres mewarna yang semakin bagus. Saya mencoba mendaftarkan pada sebuah lomba mewarna kategori Play grup yang diadakan oleh instansi pemerintah. Dengan percaya diri dan yakin bahwa putri saya bisa menang ( karena sebelumnya telah memenangkan lomba mewarna ) saya menuntut agar dia konsentrasi dan harus menang.  Tepat saat lomba dimulai, dan orang tua di persilahkan keluar dari arena lomba mewarna, saya memberi pesan kepada anak saya untuk menyelesaikan lomba, harus rapi dan bagus. Wajah tegang nampak pada putri saya, dari jauh saya perhatikan dia tidak konsentrasi, dan menyerahkan hasil lebih cepat, dan benar ternyata karyanya jauh dari sempurna, belum terselesaikan. Hilang deh harapan saya melihat putri saya membawa piala pulang. Wajahnya terlihat mau menangis ketakutan menghampiri saya. 
     Butuh waktu lama untuk membuat dia kembali mau mengikuti lomba mewarna lagi. Sejak saat itu saya tersadar bahwa tuntutan dan tekanan serta paksaan agar dia menuruti keinginan saya, saya kubur dalam-dalam. Dengan tekanan akan membuat anak menjadi stres dan tidak bisa melakukan yang semestinya. Pendekatan pelan-pelan saya lakukan kembali, saya biarkan anak saya sementara waktu tidak mengikuti kegiatan sanggar mewarna, saya dengarkan ceritanya, saya bebaskan bermain apa saja asal tidak berbahya. Hingga akhirnya dia meminta untuk kembali ke sanggar mewarna dan mencoba ikut lomba mewarna. Saya sudah tidak menuntut untuk menang, bahkan kalau ada lomba saya tawarkan dahulu, apa dia bersedia ikut apa tidak dalam lomba tersebut. Saya katakan tidak menjadi masalah kalah atau menang, asal dia enjoy mengikuti lomba tersebut. Walhasil ada beberapa yang dia ikuti mendapat juara. 
       Tidak membiasakan dia berada pada zona nyaman juga saya rasa perlu, ini untuk menggali bakat lain yang terpendam, karena dia sudah enjoy di bidang mewarna yang menjadi zona nyaman. Suatu saat ada suatu lomba yang diadakan sekolah lain, pihak sekolah mau memasukkan pada lomba mewarna lagi, tetapi ada beberapa lomba yang putri saya ingin ikut, dia bilang lagi bosan sama mewarna, okelah saya meminta dia memilih lomba lainya, dia ingin mencoba lomba puzzle raksasa, saya sampaikan ke sekolah keinginan anak saya, akhirnya sekolah mendaftarkan dia pada lomba tersebut. Pada hari H saya antar bersama papanya, saya semangati dia,  gak harus menang yang penting dia berani mencoba lomba baru. Terlihat dia bersemangat sekali pada saat namanya dipanggil untuk masuk ruangan. Tidak lama kemudi an dia keluar sendirian dan hanya bilang sudah Ma!. Kok cepat pikir saya. Kita pulang dan tidak menunggu hasil lomba, karena akan diwakili pihak sekolah. Alhamdulilah besoknya ada kabar bahagia, ternyata dia mendapat juara 3. 
    Yaa ternyata prestasi gak harus di zona nyaman aja. Pilihan anak saya ternyata juga bisa membuahkan prestasi. Oleh karena itu bunda, jangan paksakan anak mengikuti keinginan orang tua untuk berprestasi, kegiatan  yang membuat dia enjoy kita suport saja, jangan paksakan harus menang, dia tau kemampuannya sendiri dan bagaimana membuat bangga orang tua tanpa harus dipaksa. 

Monday, February 2, 2015

Menjaga kesehatan anak selama perjalanan mudik dengan mobil


Menjaga kesehatan anak selama perjalanan jauh (mudik) menggunakan mobil



      Perjalanan panjang bersama keluarga biasanya dilakukan pada musim liburan, atau mengunjungi orang tua, kerabat apalagi saat mudik.  Pada saat mudik hari raya, agenda tahunan ini selalu dilakukan. Saya bersama keluarga  biasanya mudik ke Solo,jawa Tengah, dimana rumah orang tua suami. Perjalanan yang jauh dengan membawa 2 anak saya, satu yang masih baby dan satunya masih SD perlu persiapan lebih. Perjalanan yang lumayan jauh bisa mencapai 9 jam apabila musim mudik, bahkan lebih.
Hingga akhirnya bertemu dengan orang tua atau kerabat dapat meringankan kerinduan dan kelelahan selama perjalanan panjang
 
     Namun, dalam rangka untuk melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, persiapan yang diperlukan. Terutama jika  membawa anak-anak, saya pastikan bahwa tidak ada anak yang tidak sakit dan merasa nyaman perjalanan, dan menjaga kebutuhan gizi mereka terpenuhi.


        Sebelum berangkat saya membiasakan membuat daftar barang bawaan yang akan diperlukan agar tidak ada yang terlupakan. Tidak lupa untuk memeriksa kondisi kendaraan, terutama jika perjalanan cukup jauh dengan medan kasar, yang satu ini menjadi tugas suami. Kami pastikan kondisi tubuh yang sehat, jika  merasa lelah selama perjalanan, biasanya kami harus mencari sebuah rest area atau tempat makan juga bisa dan tidak memaksa untuk mengemudi.  Tidak lupa saya pastikan mobil ini juga tersedia dalam lemari obat dan peta jalan perjalanan.


        Hape alias alat komunikasi pastikan tidak rusak dan baterai sudah penuh. Jangan lupa untuk mengunci rumah ketika rumah akan melakukan perjalanan dan pastikan sebelum meninggalkannya dalam kondisi aman.
 

Masalah kesehatan anak-anak pada saat perjalanan jauh 

 

         Prioritas kepada anak-anak ketika akan  berangkat sangatlah penting, karena pada umumnya meraka akan cepat bosan dan mudah rewel selama perjalanan. Saya memberikan benda-benda yang anak-anak biasa mainkan saat dirumah, ini untuk membuat anak-anak  menikmati perjalanan sehingga anak-anak tidak rewel. Saya tidak lupa untuk membawa makanan dan minuman yang disukai anak-anak. Saya pastikan anak tidak dalam keadaan lapar dan haus, sehingga anak-anak tidak terkena penyakit lambung karena terlambat untuk makan. saya mencoba untuk tidak membeli makanan sembarangan di jalan, karena kurangnya kebersihan dan dapat menghasilkan anak dengan diare.

        Obat yang saya persiapkan selama perjalanan adalah obat dari resep dokter, sebab obat anak-anak yang berbeda dari obat dewasa anak. Umumnya ketika bepergian pilek anak jauh lebih mudah menyerang, batuk, demam, diare dan mabuk darat.


Mencegah mabuk (mabuk darat) pada anak-anak selama perjalanan jauh


      Selain kondisi yang sehat tubuh dan istirahat yang cukup, asupan makanan sebelum dan selama perjalanan harus diperhatikan, sehingga anak tidak mabuk darat di jalan yang mengakibatkan sakit dan mengganggu perjalanan sebagainya. Beberapa tips untuk mencegah mabuk perjalanan:

  1. Sebelum berangkat jangan biarkan anak dalam perut kosong, perut akan menghasilkan sejumlah asam yang berlebihan yang dapat menyebabkan iritasi lambung dan merangsang mual refleks.
  2. Konsumsi makanan ringan atau kue selama sekitar dua jam sebelum keberangkatan, sehingga makanan dapat mulai mencerna ketika bepergian.
  3. Hindari makan terlalu banyak makanan yang lambat dicerna, makanan atau minuman yang bisa membuat perut mual seperti makanan rasa yang kuat dan makanan yang kaya lemak.
  4. Berhenti makan besar jam satu jam sebelum keberangkatan, karena perut sudah penuh dan kenyang akan mudah mual dan muntah.
  5. Untuk menghindari mabuk, anak-anak di atas usia 3 tahun dapat diminum mabuk perjalanan. Untuk bayi dan balita telon oleskan minyak atau minyak kayu putih di perut, dada dan punggung yang terasa hangat.
  6. Pastikan kenyamanan dari tempat duduknya untuk menghindari pusing dan mabuk
  7. Membawa makanan dan minuman selama perjalanan jauh


     Makanan dan minuman untuk makan siang selama perjalanan harus tahan lama makanan kering dan minuman manis dan hangat, jika  masih ingin membawa makanan basah selama perjalanan harus diperhatikan adalah makanan yang dikonsumsi tidak lebih dari 6-8 jam setelah pembuatan.
     

Beberapa contoh penyediaan makanan harus melakukan perjalanan jauh di bawah saat ini praktis, mudah untuk makan dan mengisi seperti:
  • Beras yang ada daging cincang, ayam atau sayuran dibungkus daun pisang atau aluminium foil dan kemudian dikukus. lebih baik jika membuat dirinya segera akan bepergian segar begitu cepat dan tidak basi.
  • Sanwich. mempersiapkan roti dan isinya, dapat dilakukan di rumah atau di jalan.
  • Schotel makaroni, makanan cukup mengisi.
  • Steamed Bun, memiliki tekstur padat membuat cepat kenyang, dan variasi isi yang bermacam-macam.
  • Buah-buahan, sangat praktis untuk perjalanan jauh, misalnya jeruk, apel, pisang dal lain-lain.
  • Air dan teh manis. Minuman yang diperlukan untuk menghindari dehidrasi,